Cisco : Allowed Trunking



Assalamualaikum wr.wb
Ya pada lab kali ini saya akan membaas “Allowed Trunking”. Seperti yang kita tau , trunk membawa informasi VLAN-VLAN yang ada pada kedua switch yang berbeda. Jika default, Trunk membawa semua VLAN/mengizinkan semua VLAN melewati trunk tersebut, jika diibaratkan kedua switch adalah jalan yang terpisah oleh sungai dan trunk adalah jembatannya, dan VLAN tertentu lah yang boleh melewati jembatan tersebut.

Apa Itu Trunking?

Trunking adalah mekanisme yang digunakan untuk membentuk sebuah internetwork, atau Internet, yang terdiri dari local area network (LAN), virtual LAN (VLAN) atau Wide Area Network (WAN). Switch saling berhubungan untuk membangun jaringan ini menggunakan trunking. Trunking tidak terbatas pada media apa pun karena tujuan utamanya adalah untuk memaksimalkan bandwidth yang tersedia di semua jenis jaringan.

Jaringan Cisco memiliki port trunk dan akses port. Port trunk memungkinkan traffic dilakukan untuk semua VLAN atau salah satu VLAN. Access ports, bagaimanapun, memungkinkan traffic untuk dibawa ke VLAN yang ditentukan saja. Port trunk menggunakan proses tagging saat membawa data. Setiap tag dicentang oleh switch untuk menganalisis switch mana yang akan menerima traffic. Access ports tidak memiliki tag karena mereka membawa atau mengirimkan data ke VLAN tertentu.

Kapan Menggunakan Trunking?

Misalkan ada sebuah gedung yang mempunyai 2 Lantai. Di satu lantai tersebut mempunyai 1 switch, lalu kita ingin komputer yang ada di lantai 1 bisa terhubung ke komputer yang ada di lantai 2. Nah pada kondisi seperti inilah trunking dibutuhkan. Jadi switch yang berada di Lantai 1 kita trunking ke Switch di lantai 2. Begitu juga dengan Switch yang di lantai 2 kita trunking juga ke Switch di lantai 1. Sederhananya trunking ini bisa dibilang jembatan penghubung antar Switch. Untuk topologi dan Konfigurasinya bisa dilihat di halaman selanjutnya.

~TOPOLOGY 1~


1. Pada switch 1 kita lakukan perubahan nama, dengan perintah berikut;
Switch#en
Switch#conf t
Switch (config) #hostname SW-01
SW-01 (config) #vlan 10
SW-01 (config-vlan) #name Guru
SW-01 (config-vlan) #ex
SW-01 (config) #vlan 20
SW-01 (config-vlan) #name Siswa
SW-01 (config-vlan) #ex
SW-01 (config) #do sh vl br


2. Pada langkah ke 2 masih di switch 1 kita akan mengizinkan semua vlan yang sudah kita bikin 
SW-01 (config) #int fa0/1
SW-01 (config-if) #sw acc vl 10
SW-01 (config-if) #ex
SW-01 (config) #int fa0/2
SW-01 (config-if) #sw acc vl 20
SW-01 (config-if) #ex
SW-01 (config) #do sh vl br
SW-01 (config) #int fa0/3
SW-01 (config) #sw mod trunk

~TOPOLOGY 2~

3. Selanjutnya kita pindah ke switch 2 untuk melakukan configurasi juga, perintahnya hampir sama dengan switch 1 seperti berikut;
Switch#en
Switch#conf t
Switch (config) #hostname SW-02
SW-02 (config) #vlan 10
SW-02 (config-vlan) #name Guru
SW-02 (config-vlan) #ex
SW-02 (config) #vlan 20
SW-02 (config-vlan) #name Siswa
SW-02 (config-vlan) #ex
SW-02 (config) #int fa0/1
SW-02 (config-if) #sw acc vl 10
SW-02 (config-if) #ex
SW-02 (config) #int fa0/2
SW-02 (config-if) #sw acc vl 20
SW-02 (config-if) #ex
SW-02 (config) #do sh vl br

4. Langkah terakhir pada switch 2 melakukan check pada interface trunk nya untuk memastikan, dengan perintah berikut;
SW-02 (config) #do sh interface trunk

5. Langkah terakhir yaitu menghuji hasil konfigurasi VLAN tersebut. Pastikan PC yang berbeda switch tetapi berada di VLAN yang sama sudah bisa terhubung atau sudah bisa saling PING satu sama lian. Sebaliknya juga pastikan PC yang berada di switch yang sama tetapi berada di VLAN yang berbeda tidak bisa terhubung atau gagal ketika melakukan PING.




Sekian dari saya jika ada salah kata mohon maaf, semoga blog saya membantu tugas kalian. Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Posting Komentar